Living Lab Ventures
Living Lab Ventures

© Copyright Living Lab Ventures. All rights reserved

Home

Right

News

Right

LLV Dorong...

LLV Dorong Sinergi Asia Tenggara-Jepang lewat Japan Thematic Fund

LLV Dorong Sinergi Asia Tenggara-Jepang lewat Japan Thematic Fund

May 26, 2026 | Press Release

BSD City, 6 November 2025 Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land, melalui kemitraan strategis dengan Spiral Ventures mengumumkan peluncuran Japan Thematic Fund, sebuah inisiatif penting yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus utama. Peluncuran ini sekaligus menandai penutupan pertama (first close) dari dana tersebut, yang diresmikan melalui penandatangan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 5 November 2025 di BSD City, Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Mulyawan Gani (CEO of Digital Business, Sinar Mas Land), Yuji Horiguchi (Managing Partner, Spiral Ventures), Kazuyoshi Mizukoshi (Chief Investment Officer, Cool Japan Fund), Daisuke Ejima (President Director, Bank Danamon Indonesia), Ferdinand Sadeli (Deputy Group CEO & Chief Investment Officer Sinar Mas Land), Takahiro Waki (Chief Financial Officer, Culture Convenience Club), Asamitsu Kosugi (Chief Executive Officer, Advasa), dan Kanae Kubo (Senior Manager, Rohto Pharmaceutical), serta disaksikan oleh Michael Widjaja (Group CEO, Sinar Mas Land) dan Shingo Kobayashi (Director, Chairman Office at Sinar Mas Group & Advisor at Japan Thematic Fund).


Investor Strategis Jepang dan Indonesia Bergabung dalam Japan Thematic Fund

Japan Thematic Fund didukung oleh konsorsium investor strategis dari Jepang dan Indonesia, termasuk Cool Japan Fund Inc. (CJF), sebuah dana investasi publik-swasta Jepang yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang yang berkelanjutan melalui perluasan permintaan dan pasokan luar negeri terhadap produk serta layanan menarik yang khas dari gaya hidup dan budaya Jepang, bergabung sebagai salah satu investor utama dalam dana tersebut. Investor lainnya termasuk Bank Danamon Indonesia, yang merupakan anggota dari MUFG Group, Rohto Pharmaceutical, Advasa, Culture Convenience Club (perusahaan induk TSUTAYA, salah satu jaringan toko buku terbesar di Jepang), serta Sinar Mas Land, yang juga berperan sebagai cornerstone limited partner. Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap potensi investasi strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat misi bersama untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua kawasan.


Kolaborasi LLV dan Spiral Ventures Dorong Inovasi Asia

Kolaborasi antara LLV dan Spiral Ventures akan membentuk aliansi strategis yang tidak hanya menggerakkan modal, tetapi juga mendorong kolaborasi, membuka akses pasar, dan memperkuat sinergi bisnis antara perusahaan Jepang dan Asia Tenggara. LLV memanfaatkan ekosistem inovasi di BSD City, Indonesia, yang telah berkembang menjadi pusat transformasi digital dan pengembangan kota pintar dari Sinar Mas Land. Mega township ini telah menjadi destinasi utama bagi berbagai bisnis untuk berkembang, menyediakan lingkungan ideal bagi investor global dan pelaku inovasi untuk berkolaborasi, menguji ide, serta memperluas skala bisnis lintas pasar. Di sini, LLV berperan penting dalam menjembatani kerja sama antara investor global dan startup Indonesia, menjadikannya konektor utama dalam lanskap teknologi regional. Sementara itu, Spiral Ventures membawa pengalaman luas dari operasi investasinya di berbagai negara Asia, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan membentuk masa depan pasar negara berkembang.


Japan Thematic Fund Perkuat Peran Inovasi Indonesia

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, menyampaikan, “Japan Thematic Fund mencerminkan peran Indonesia yang semakin penting sebagai pusat inovasi dan gerbang kolaborasi internasional. Partisipasi Cool Japan Fund dan para investor terkemuka lainnya menunjukkan keyakinan global terhadap potensi Asia Tenggara dan memperkuat misi kami untuk membangun kemitraan lintas batas yang bermakna. Dengan keterlibatan Cool Japan Fund, kami tidak hanya memperdalam koneksi antara modal Jepang dan inovasi Asia Tenggara, tetapi juga menciptakan platform berkelanjutan bagi para pendiri startup untuk berkembang melampaui batas negara.”


Integrasi Jepang dan Asia Tenggara Dorong Pertumbuhan


Yuji Horiguchi, CEO and Managing Partner Spiral Ventures, menambahkan, “Inisiatif ini jauh melampaui investasi semata, namun merupakan sebuah integrasi. Dengan menggabungkan presisi teknologi dan keunggulan budaya Jepang dengan energi kewirausahaan dan kecepatan pertumbuhan Asia Tenggara, kami ingin menciptakan model bisnis baru, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menghadirkan dampak sosial yang melintasi batas negara. Dana ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kolaborasi antara Jepang dan Asia Tenggara akan menjadi pendorong utama gelombang pertumbuhan dan inovasi berikutnya di kawasan ini.”


BSD City Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi

Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land, menegaskan, “Kami bangga dapat menghadirkan kolaborasi ini, yang mempertemukan lembaga-lembaga terkemuka dari Jepang dan Indonesia. Japan Thematic Fund merupakan komitmen Sinar Mas Land melalui LLV bersama dengan mitra lainnya untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara melalui inovasi dan teknologi. Dengan beroperasinya dana ini di BSD City, kami ingin menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi pusat kolaborasi inovasi di kawasan. Bersama Cool Japan Fund dan para mitra lainnya, kami membangun fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang akan menghadirkan kemakmuran bersama bagi Jepang dan Indonesia.”


LLV Dorong Ekosistem Startup dan Kota Pintar di BSD City

Peluncuran Japan Thematic Fund ini merupakan bagian dari misi jangka panjang LLV dalam membangun BSD City sebagai ekosistem utama inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia. Dengan memanfaatkan ekosistem bisnis yang luas milik Sinar Mas Land di bidang real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV memiliki posisi strategis untuk membantu startup melakukan validasi, memperluas skala bisnis, dan menjalin kemitraan strategis dengan korporasi di Indonesia maupun Jepang. Melalui pendanaan strategis ini, LLV dan Spiral Ventures terus berkomitmen untuk mendorong lahirnya startup berdaya saing tinggi guna menciptakan ekosistem inovasi tanpa batas, di mana Jepang dan Asia Tenggara dapat berkolaborasi untuk mengatasi tantangan industri, mempercepat pertumbuhan, dan membuka peluang ekonomi baru.


Read Next

LLV & JETRO Strengthen the Global Healthcare Services in Indonesia

May 26, 2026

LLV & JETRO Strengthen the Global Healthcare Services in Indonesia

BSD City, March 11, 2025 – Living Lab Ventures (LLV), the corporate venture capital arm of Sinar Mas Land, aims to strengthen LLV’s commitment to cross-border collaboration, especially in high-impact sectors such as healthcare, for global companies to enter Indonesia, LLV participated in the Indonesia-Japan Fast Track Pitch organized by the Japan External Trade Organization (JETRO). The program successfully connected innovative Japanese startups with leading Indonesian companies, creating long-term cooperation and market expansion opportunities.


One of the key outcomes of this initiative was LLV’s partnership with MEDRiNG Corporation (MEDRiNG), a Japanese medical technology company specializing in digital healthcare solutions. As part of this initiative, LLV has signed an agreement with MEDRiNG to support the establishment of Indonesia’s first medical facility where Japanese doctors will practice. Located in the Banten International Education, Technology, and Health Special Economic Zone (SEZ), this facility aims to enhance healthcare standards, introduce international best practices, and expand patient access to high-quality medical services.


Hiroshi Ishikawa, Executive Director of JETRO stated, “This collaboration is an excellent example of Co-Creation as outlined in “ASEAN-Japan Economic Co-Creation Vision”. It represents a highly significant initiative where a Japanese startup contributes to enhancing Indonesia’s healthcare ecosystem while gaining access to major growth opportunities. I sincerely hope for its success. Moving forward, we will continue our efforts to generate such collaboration cases through the Fast Track Pitch Initiative.”



Bayu Seto, Partner of Living Lab Ventures explained, “We are fostering a global innovation pipeline that enables businesses to seamlessly expand into Indonesia through our partnership with JETRO. The Fast Track program was a crucial step in identifying and engaging with pioneering companies like MEDRiNG that align with our mission to enhance Indonesia’s healthcare ecosystem. LLV’s role extends beyond investment—we act as a bridge for global enterprises, providing them with local market expertise, regulatory navigation, and strategic connections to ensure successful market entry and long-term growth.”


The collaboration between LLV and JETRO is part of a larger effort to accelerate Indonesia’s healthcare transformation by bringing international expertise and cutting-edge medical solutions to the region. The Banten International Education, Technology, and Health Special Economic Zone (SEZ) offering regulatory incentives and an innovation-friendly environment, this cooperation is set to attract more global healthcare players to Indonesia and establish the city as a premier destination for world-class medical services.


Kazuma Abe, Founder and CEO of MEDRiNG Corporation added, “JETRO’s Fast Track Pitch provided us with the opportunity to explore the Indonesian market and align our digital healthcare solutions with the country’s growing demand for high-quality medical services. Through LLV’s support, we are able to navigate Indonesia’s healthcare sector effectively and introduce Japanese-style medical expertise to BSD City, contributing to the broader healthcare development strategy.”


As part of this collaboration, MEDRiNG will assist Japanese medical institutions in establishing a new clinic located within the Banten International Education, Technology, and Health SEZ. This effort enables foreign doctors with the opportunity to practice following the applicable regulations. The initiative also includes supporting M&A activities to facilitate clinic openings and operations, particularly in digital healthcare services. LLV and MEDRiNG are set to conduct extensive market research to determine the most needed medical specializations, to launch the first clinic by the end of 2025. LLV continues to strengthen its role as a gateway for international businesses looking to expand in Indonesia and to position BSD City as a dynamic, innovation-driven economic hub, and highly competitive. BSD City, a mega township development by Sinar Mas Land, spans 6,000 hectares and is home to approximately 500,000 residents. As one of Indonesia’s most ambitious smart city projects, BSD City integrates cutting-edge infrastructure across multiple sectors, including education, technology, and healthcare.

LLV & IGPI Singapura Kerja Sama Strategis Dukung Ekspansi Jepang

May 26, 2026

LLV & IGPI Singapura Kerja Sama Strategis Dukung Ekspansi Jepang

BSD City, 2 Oktober 2025 Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Industrial Growth Platform Pte. Ltd. (IGPI Singapore). Penandatanganan MoU dilakukan pada bulan September lalu oleh Bayu Seto (Partner at Living Lab Ventures) dan Kohki Sakata (CEO IGPI Singapore). Kemitraan ini bertujuan untuk membantu perusahaan Jepang mengembangkan peluang bisnis di Indonesia, sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara kedua negara.


Kerja Sama Indonesia–Jepang Buka Peluang Bisnis Baru

Dalam kerja sama ini, IGPI Singapore akan menyediakan layanan konsultasi manajemen dan advisory investasi bagi klien Jepang yang ingin memasuki pasar Indonesia. Sementara itu LLV akan memberikan akses ke jaringan luas, keahlian industri yang mendalam, serta sumber daya strategis ekosistem bisnis di Indonesia. Salah satu aset utama yang ditawarkan adalah BSD City, mega township seluas 6.000 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, yang telah dihuni hampir 500.000 penduduk, dan berfungsi sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan inovasi. Dengan infrastruktur perkotaan yang lengkap, BSD City menghadirkan ekosistem ideal bagi riset pasar, uji coba proof-of-concept (PoC), dan pembentukan kemitraan strategis.


Keterpaduan antara dukungan konsultasi, akses jaringan, dan ekosistem perkotaan inilah yang kemudian membentuk dasar bagi terciptanya mekanisme masuk pasar yang lebih efektif. Dengan kombinasi tersebut, kolaborasi kedua entitas ini akan menciptakan sebuah platform soft-landing yang memudahkan perusahaan Jepang memasuki pasar Indonesia dengan risiko yang lebih terkendali serta mempercepat eksekusi strategi yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong keberhasilan ekspansi bisnis Jepang di Indonesia sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas di masa depan.


Dukungan Jaringan, Konsultasi, dan Ekosistem Inovasi

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures (LLV) mengatakan, “Langkah ini sejalan dengan misi LLV untuk menjembatani ekosistem Indonesia dengan peluang global. Dengan menghadirkan BSD City sebagai hub bagi perusahaan Jepang untuk melakukan uji coba dan mengembangkan bisnis, kami membuka jalur baru bagi investasi, transfer teknologi, dan pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara. LLV akan mendukung IGPI dan para mitra melalui fasilitasi riset serta analisis pasar, implementasi PoC, pencocokan bisnis dengan mitra potensial, hingga penyelenggaraan business tour terkurasi untuk mempertemukan perusahaan Jepang dengan pemangku kepentingan relevan di BSD City maupun perekonomian Indonesia secara lebih luas. Pendekatan ini bukan hanya menyediakan titik masuk strategis bagi perusahaan Jepang, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi Indonesia melalui arus investasi asing, penciptaan lapangan kerja, dan transfer pengetahuan.”


Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore menambahkan, “Kami melihat Indonesia sebagai pasar dengan peluang luar biasa bagi perusahaan Jepang, khususnya dengan populasi muda, kelas menengah yang terus tumbuh, serta adopsi digital yang pesat. Bermitra dengan LLV dan Sinar Mas Land memungkinkan kami memberikan tidak hanya layanan advisory kepada klien, tetapi juga ekosistem nyata di mana mereka dapat menguji, menyesuaikan, dan mengembangkan bisnis mereka dengan memaksimalkan segala potensi yang ada.”


Peran BSD City sebagai Living Laboratory untuk Inovasi

Kolaborasi ini menegaskan peran BSD City yang semakin penting sebagai hub internasional untuk inovasi dan ekspansi bisnis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi strategis bagi perusahaan Jepang di Asia Tenggara. Dengan LLV sebagai penggerak ekosistem inovasi, langkah ini membuka potensi peningkatan investasi asing langsung, kolaborasi teknologi, serta penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. Sementara bagi Jepang, kerja sama ini akan menghadirkan mitra terpercaya serta platform konkret untuk mengakses salah satu ekonomi paling dinamis di kawasan regional Asia Tenggara.

Living Lab Ventures Perkuat Sinergi Korporasi, Startup, dan Investor

May 26, 2026

Living Lab Ventures Perkuat Sinergi Korporasi, Startup, dan Investor

BSD City, 3 Februari 2026 - Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan akan inovasi yang dapat langsung diterapkan, kolaborasi antara korporasi dan startup menjadi semakin krusial. Dalam praktiknya, sejumlah inisiatif inovasi masih berada pada tahap ide atau konsep sehingga memerlukan proses lanjutan, termasuk pilot project serta mentorship dengan akses dan network yang relevan agar dapat diimplementasikan secara lebih optimal. Menjawab tantangan tersebut, Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City. Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mitra, pelaku ekosistem, dan pemangku kepentingan korporasi mengenai peran LLV dalam menghubungkan korporasi, investor, dan startup dalam satu ekosistem inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada implementasi nyata.


Mulyawan Gani, Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land menyatakan, “Inside LLV hadir sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis korporasi dan inovasi startup. Melalui ekosistem ini, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada investasi, tetapi berlanjut hingga tahap pengujian, implementasi, dan penciptaan nilai nyata bagi seluruh pihak. Kami percaya bahwa inovasi yang berdampak, lahir dari kolaborasi yang relevan dan kontekstual. BSD City kami posisikan sebagai living lab, tempat solusi dapat diuji langsung di lingkungan operasional yang sesungguhnya, didukung oleh ekosistem Sinar Mas Land yang komprehensif dan aktif, mulai dari pengembangan kawasan, infrastruktur, hingga berbagai lini bisnis yang memungkinkan pengujian solusi secara end-to-end dalam konteks penggunaan yang sesungguhnya.”

Inside LLV terbagi dalam sejumlah diskusi panel untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pendekatan LLV dalam membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi. Sejumlah topik diskusi seperti Strategic Investing Through Collaboration, Beyond Capital, Beyond the Deal hingga sesi Global Partnership dan SEA Business Connect yang menyoroti peluang kolaborasi lintas negara serta strategi masuk pasar Asia Tenggara dibawakan oleh beragam narasumber. Selain sesi presentasi, acara ini mendorong interaksi langsung antara peserta dengan tim LLV, para pendiri startup portofolio, dan mitra ekosistem. Dialog yang terbangun membahas potensi kolaborasi, peluang penerapan inovasi, serta tantangan bisnis bersama yang dapat dijembatani melalui ekosistem LLV.


Pendekatan Living Lab Ventures dalam Mendukung Startup

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures menyampaikan, “Melalui Inside LLV, kami ingin mengimplementasikan misi besar perusahaan sebagai platform titik temu antara kebutuhan korporasi, inovasi startup, dan modal strategis. Diskusi yang berlangsung dalam acara ini, turut menjajaki peluang kolaborasi konkret, penerapan inovasi (use cases), hingga pemetaan solusi atas tantangan bisnis melalui kekuatan ekosistem LLV. Pembahasan tersebut menyoroti pendekatan LLV dalam mendukung startup, tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga melalui akses pasar, integrasi dengan operasional bisnis, peluang lintas negara, serta pengujian solusi dalam skenario penggunaan nyata di lingkungan bisnis Sinar Mas Land. Pendekatan ini memungkinkan startup untuk memvalidasi solusi sekaligus mempercepat proses pengembangan dan skala usaha.”

Dalam kesempatan yang sama, Hendry Sunaryo, Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk menambahkan, “Japan Thematic Fund (JTF), melalui para Limited Partner seperti Bank Danamon yang merupakan bagian dari MUFG Group, mempertemukan berbagai pelaku industri global dengan jaringan regional dan internasional yang kuat untuk mendorong kolaborasi startup. JTF memandang kemitraan bukan sekadar sebagai penyedia pendanaan, melainkan sebagai penggerak ekosistem. Melalui Inside LLV, para startup tidak hanya memperoleh akses ke pendanaan, tetapi juga jaringan kolaborasi lintas negara, pemahaman mendalam mengenai pasar, serta dukungan operasional dari mitra di Jepang dan Asia Tenggara, sehingga memungkinkan mereka bertumbuh dan melakukan ekspansi secara lebih berkelanjutan di berbagai pasar.”


Inside LLV sebagai Katalis Inovasi Berkelanjutan

Melalui penyelenggaraan Inside LLV, LLV menegaskan komitmennya untuk terus membangun ruang kolaborasi yang terbuka, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depannya, ekosistem ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya solusi-solusi inovatif yang tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga selaras dengan kebutuhan bisnis dan dinamika pasar. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem BSD City dan jaringan Sinar Mas Land, LLV membuka peluang bagi kolaborasi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan bersama serta menciptakan dampak nyata bagi pengembangan industri dan ekosistem inovasi di Indonesia maupun kawasan regional.