Living Lab Ventures
Living Lab Ventures

© Copyright Living Lab Ventures. All rights reserved

Home

Right

News

Right

Living Lab...

Living Lab Ventures Perkuat Sinergi Korporasi, Startup, dan Investor

Living Lab Ventures Perkuat Sinergi Korporasi, Startup, dan Investor

May 26, 2026 | Press Release

BSD City, 3 Februari 2026 - Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan akan inovasi yang dapat langsung diterapkan, kolaborasi antara korporasi dan startup menjadi semakin krusial. Dalam praktiknya, sejumlah inisiatif inovasi masih berada pada tahap ide atau konsep sehingga memerlukan proses lanjutan, termasuk pilot project serta mentorship dengan akses dan network yang relevan agar dapat diimplementasikan secara lebih optimal. Menjawab tantangan tersebut, Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City. Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mitra, pelaku ekosistem, dan pemangku kepentingan korporasi mengenai peran LLV dalam menghubungkan korporasi, investor, dan startup dalam satu ekosistem inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada implementasi nyata.


Mulyawan Gani, Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land menyatakan, “Inside LLV hadir sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis korporasi dan inovasi startup. Melalui ekosistem ini, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada investasi, tetapi berlanjut hingga tahap pengujian, implementasi, dan penciptaan nilai nyata bagi seluruh pihak. Kami percaya bahwa inovasi yang berdampak, lahir dari kolaborasi yang relevan dan kontekstual. BSD City kami posisikan sebagai living lab, tempat solusi dapat diuji langsung di lingkungan operasional yang sesungguhnya, didukung oleh ekosistem Sinar Mas Land yang komprehensif dan aktif, mulai dari pengembangan kawasan, infrastruktur, hingga berbagai lini bisnis yang memungkinkan pengujian solusi secara end-to-end dalam konteks penggunaan yang sesungguhnya.”

Inside LLV terbagi dalam sejumlah diskusi panel untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pendekatan LLV dalam membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi. Sejumlah topik diskusi seperti Strategic Investing Through Collaboration, Beyond Capital, Beyond the Deal hingga sesi Global Partnership dan SEA Business Connect yang menyoroti peluang kolaborasi lintas negara serta strategi masuk pasar Asia Tenggara dibawakan oleh beragam narasumber. Selain sesi presentasi, acara ini mendorong interaksi langsung antara peserta dengan tim LLV, para pendiri startup portofolio, dan mitra ekosistem. Dialog yang terbangun membahas potensi kolaborasi, peluang penerapan inovasi, serta tantangan bisnis bersama yang dapat dijembatani melalui ekosistem LLV.


Pendekatan Living Lab Ventures dalam Mendukung Startup

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures menyampaikan, “Melalui Inside LLV, kami ingin mengimplementasikan misi besar perusahaan sebagai platform titik temu antara kebutuhan korporasi, inovasi startup, dan modal strategis. Diskusi yang berlangsung dalam acara ini, turut menjajaki peluang kolaborasi konkret, penerapan inovasi (use cases), hingga pemetaan solusi atas tantangan bisnis melalui kekuatan ekosistem LLV. Pembahasan tersebut menyoroti pendekatan LLV dalam mendukung startup, tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga melalui akses pasar, integrasi dengan operasional bisnis, peluang lintas negara, serta pengujian solusi dalam skenario penggunaan nyata di lingkungan bisnis Sinar Mas Land. Pendekatan ini memungkinkan startup untuk memvalidasi solusi sekaligus mempercepat proses pengembangan dan skala usaha.”

Dalam kesempatan yang sama, Hendry Sunaryo, Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk menambahkan, “Japan Thematic Fund (JTF), melalui para Limited Partner seperti Bank Danamon yang merupakan bagian dari MUFG Group, mempertemukan berbagai pelaku industri global dengan jaringan regional dan internasional yang kuat untuk mendorong kolaborasi startup. JTF memandang kemitraan bukan sekadar sebagai penyedia pendanaan, melainkan sebagai penggerak ekosistem. Melalui Inside LLV, para startup tidak hanya memperoleh akses ke pendanaan, tetapi juga jaringan kolaborasi lintas negara, pemahaman mendalam mengenai pasar, serta dukungan operasional dari mitra di Jepang dan Asia Tenggara, sehingga memungkinkan mereka bertumbuh dan melakukan ekspansi secara lebih berkelanjutan di berbagai pasar.”


Inside LLV sebagai Katalis Inovasi Berkelanjutan

Melalui penyelenggaraan Inside LLV, LLV menegaskan komitmennya untuk terus membangun ruang kolaborasi yang terbuka, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depannya, ekosistem ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya solusi-solusi inovatif yang tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga selaras dengan kebutuhan bisnis dan dinamika pasar. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem BSD City dan jaringan Sinar Mas Land, LLV membuka peluang bagi kolaborasi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan bersama serta menciptakan dampak nyata bagi pengembangan industri dan ekosistem inovasi di Indonesia maupun kawasan regional.



Read Next

Living Lab Ventures Dorong Inovasi lewat InnoLab BSD City

May 26, 2026

Living Lab Ventures Dorong Inovasi lewat InnoLab BSD City

BSD City, 13 Agustus 2025 – Laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai USD130 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar inovasi paling dinamis di Asia Tenggara. Perusahaan global pun semakin tertarik untuk masuk ke kawasan ini, bukan hanya untuk ekspansi pasar, tetapi juga untuk kolaborasi riset dan pengembangan berbasis startup.


Potensi Pasar & Inovasi Digital Indonesia Tarik Minat Global

Menangkap peluang tersebut, Living Lab Ventures (LLV) corporate venture capital milik Sinar Mas Land meluncurkan InnoLab, sebuah program co-innovation yang dirancang untuk mempercepat terciptanya solusi nyata melalui kolaborasi antara startup Indonesia dan teknologi global. Melalui InnoLab, para startup dapat terhubung dengan berbagai Intellectual Property (IP) atau Kekayaan Intelektual dari mitra global LLV yang berasal dari berbagai negara.


Program co-innovation teknologi yang ditawarkan mencakup lima sektor strategis, yaitu energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, dan solusi lingkungan. Pada batch pertama ini, InnoLab menghadirkan program berdurasi enam bulan untuk membantu startup mengakses dan mengembangkan teknologi deep-tech global secara inklusif, dengan dukungan dari jaringan ahli, mentor, dan penasihat komersialisasi dari LLV. Melalui inisiatif tersebut, startup pun dapat melakukan lokalisasi teknologi global agar sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus mempercepat waktu peluncuran produk.


Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures menyampaikan, “InnoLab adalah tempat bertemunya teknologi deep-tech global dengan eksekusi lokal yang nyata. Saat ini, startup tidak hanya membutuhkan pendanaan, tetapi juga akses ke teknologi yang telah terbukti, bimbingan dari para ahli, serta lingkungan yang aman untuk bereksperimen. Di sisi lain, perusahaan global juga terus mencari mitra dan ekosistem yang tepat untuk melokalkan inovasi mereka. InnoLab menjembatani kedua kebutuhan tersebut, dan menjadikan BSD City sebagai pusat inovasi terapan yang sedang tumbuh di Indonesia. Ke depannya, kami akan terus membuka kemitraan baru dalam bidang kekayaan intelektual dan inovasi global untuk memperluas sekaligus memperkaya pipeline inovasi kami serta mendorong kolaborasi yang lebih erat antara startup dan pemimpin teknologi global.”


InnoLab: Jembatan Kolaborasi Startup dan Teknologi Global

LLV membangun InnoLab melalui pendekatan Real Co-Innovation Delivery, yang mencakup tiga pilar utama, yakni area uji di lapangan, dukungan ahli, serta proses inovasi kolektif dan fleksibel. Metode ini dapat mencocokkan startup dengan pemilik IP, membuat business matching yang terstruktur, tinjauan teknis berbasis pencapaian (milestone), serta validasi pasar melalui uji coba, survei, dan riset pengguna.


Keunggulan utama program InnoLab adalah integrasinya dengan BSD City, sebuah mega township seluas 6.000 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa dan ratusan pelaku bisnis di dalamnya, BSD City berperan sebagai laboratorium hidup (living lab) sekaligus memberikan kesempatan bagi startup untuk menguji, memvalidasi, dan mengembangkan solusi mereka secara langsung di tengah masyarakat. Didukung oleh infrastruktur digital, layanan berbasis teknologi, sistem mobilitas cerdas, serta keterlibatan komunitas yang aktif, BSD City menawarkan ekosistem yang ideal untuk mengakselerasi pengembangan teknologi masa depan dalam skala besar.


InnoLab juga menghadirkan jalur pengembangan terstruktur dan relevan dengan kebutuhan lokal untuk membantu startup mematangkan portofolio teknologi dan kekayaan intelektual mereka. Program ini membuka peluang langka bagi para inovator untuk berinteraksi langsung dengan teknologi frontier, didampingi oleh para ahli global dan lokal, serta menguji produknya di lingkungan kota yang dinamis. Melalui peluncuran InnoLab, LLV menegaskan perannya sebagai katalis inovasi transformatif—mendorong kolaborasi nyata antara startup dan korporasi untuk menciptakan solusi bersama yang berdampak bagi masyarakat dan industri.

Program International Landing Pad LLV diikuti Perusahaan Asia-Pasifik

May 28, 2026

Program International Landing Pad LLV diikuti Perusahaan Asia-Pasifik

BSD City, 12 Mei 2026 – Sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi dan kolaborasi global, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, terus mengembangkan program International Landing Pad sebagai platform soft-landing bagi perusahaan global untuk memasuki pasar potensial di Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan akses ke sumber daya strategis, pemahaman pasar yang lebih terstruktur, serta koneksi dengan jaringan startup, mitra industri, dan ekosistem bisnis dalam jaringan Sinar Mas Land.


Program International Landing Pad Jadi Solusi Soft Landing Perusahaan Global

Didukung oleh ekosistem BSD City sebagai living laboratory dan implementation sandbox, program International Landing Pad telah diikuti oleh 15 perusahaan teknologi dari 6 negara di kawasan Asia-Pasifik. Negara-negara tersebut meliputi Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, serta Malaysia. Inisiatif ini turut mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari upaya dalam mempercepat transformasi ekonomi startup, meningkatkan transfer teknologi, dan memperkuat daya saing ekonomi digital nasional.


Tri Wahyudi, Direktur Aplikasi, Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan, “Inisiatif International Landing Pad oleh LLV merupakan langkah strategis dalam menarik investasi berkualitas ke subsektor aplikasi. Program ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan global, tetapi juga mendorong transfer teknologi, penguatan kapasitas talenta digital lokal, serta mempercepat pertumbuhan startup berbasis inovasi di Indonesia. Pemerintah akan terus memfasilitasi ekosistem ini melalui dukungan regulasi, kemitraan, dan pengembangan talenta agar Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.”


BSD City Berperan sebagai Living Laboratory dan Innovation Sandbox

International Landing Pad menyediakan ruang kerja bagi dua perwakilan dari setiap perusahaan selama enam bulan, lengkap dengan akses ke berbagai fasilitas dalam ekosistem inovasi BSD City seperti ruang kolaborasi, pusat komunitas, makerspace, dan innovation hub. Melalui lingkungan yang terintegrasi ini, peserta dapat berinteraksi langsung dengan pelaku industri, startup, serta komunitas inovasi, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan networking untuk membangun kemitraan strategis. Ekosistem tersebut juga mendukung perusahaan dalam memahami dinamika pasar Indonesia dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra lokal secara lebih terarah.


Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures mengatakan, “Kami melihat banyak perusahaan global memandang Indonesia sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan yang besar. Namun dalam proses ekspansi, mereka sering menghadapi tantangan dalam memahami dinamika pasar lokal serta membangun koneksi yang tepat. Melalui International Landing Pad, kami ingin menghadirkan platform yang membantu perusahaan global menjajaki peluang pasar Indonesia atau melakukan uji coba solusi, sekaligus membuka akses terhadap ekosistem startup, mitra industri, dan jaringan bisnis yang relevan dalam lingkungan yang terintegrasi. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga landasan yang lebih kuat untuk menguji model bisnis, mempercepat validasi, dan membangun kemitraan strategis yang tepat sejak tahap awal.”


Keunggulan utama International Landing Pad terletak pada integrasinya dengan BSD City, mega township yang dikembangkan Sinar Mas Land seluas 6.000 hektare dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa. Kota mandiri ini menghadirkan ekosistem modern terintegrasi, mencakup kawasan residensial, komersial, pendidikan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan dan hiburan. Ekosistem tersebut turut didukung oleh penerapan berbagai kategori teknologi yang relevan dengan pengembangan solusi industri dan perkotaan (smart city), mulai dari advanced materials & construction solutions, smart infrastructure & building systems, environmental & sustainability technology, industrial applications, hingga urban technology solutions.

Melalui program ini, LLV menghadirkan model kolaborasi yang memungkinkan investor dan inovator global membangun kehadiran yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan memperkuat model investasi berbasis strategic collaboration, LLV menegaskan komitmennya sebagai platform yang mempertemukan modal global, inovasi, dan ekosistem lokal dalam sinergi yang berkelanjutan untuk mendorong akselerasi inovasi urban, sekaligus menarik partisipasi investor global secara strategis dan terstruktur.

LLV Dorong Sinergi Asia Tenggara-Jepang lewat Japan Thematic Fund

May 26, 2026

LLV Dorong Sinergi Asia Tenggara-Jepang lewat Japan Thematic Fund

BSD City, 6 November 2025 Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land, melalui kemitraan strategis dengan Spiral Ventures mengumumkan peluncuran Japan Thematic Fund, sebuah inisiatif penting yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus utama. Peluncuran ini sekaligus menandai penutupan pertama (first close) dari dana tersebut, yang diresmikan melalui penandatangan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 5 November 2025 di BSD City, Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Mulyawan Gani (CEO of Digital Business, Sinar Mas Land), Yuji Horiguchi (Managing Partner, Spiral Ventures), Kazuyoshi Mizukoshi (Chief Investment Officer, Cool Japan Fund), Daisuke Ejima (President Director, Bank Danamon Indonesia), Ferdinand Sadeli (Deputy Group CEO & Chief Investment Officer Sinar Mas Land), Takahiro Waki (Chief Financial Officer, Culture Convenience Club), Asamitsu Kosugi (Chief Executive Officer, Advasa), dan Kanae Kubo (Senior Manager, Rohto Pharmaceutical), serta disaksikan oleh Michael Widjaja (Group CEO, Sinar Mas Land) dan Shingo Kobayashi (Director, Chairman Office at Sinar Mas Group & Advisor at Japan Thematic Fund).


Investor Strategis Jepang dan Indonesia Bergabung dalam Japan Thematic Fund

Japan Thematic Fund didukung oleh konsorsium investor strategis dari Jepang dan Indonesia, termasuk Cool Japan Fund Inc. (CJF), sebuah dana investasi publik-swasta Jepang yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang yang berkelanjutan melalui perluasan permintaan dan pasokan luar negeri terhadap produk serta layanan menarik yang khas dari gaya hidup dan budaya Jepang, bergabung sebagai salah satu investor utama dalam dana tersebut. Investor lainnya termasuk Bank Danamon Indonesia, yang merupakan anggota dari MUFG Group, Rohto Pharmaceutical, Advasa, Culture Convenience Club (perusahaan induk TSUTAYA, salah satu jaringan toko buku terbesar di Jepang), serta Sinar Mas Land, yang juga berperan sebagai cornerstone limited partner. Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap potensi investasi strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat misi bersama untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua kawasan.


Kolaborasi LLV dan Spiral Ventures Dorong Inovasi Asia

Kolaborasi antara LLV dan Spiral Ventures akan membentuk aliansi strategis yang tidak hanya menggerakkan modal, tetapi juga mendorong kolaborasi, membuka akses pasar, dan memperkuat sinergi bisnis antara perusahaan Jepang dan Asia Tenggara. LLV memanfaatkan ekosistem inovasi di BSD City, Indonesia, yang telah berkembang menjadi pusat transformasi digital dan pengembangan kota pintar dari Sinar Mas Land. Mega township ini telah menjadi destinasi utama bagi berbagai bisnis untuk berkembang, menyediakan lingkungan ideal bagi investor global dan pelaku inovasi untuk berkolaborasi, menguji ide, serta memperluas skala bisnis lintas pasar. Di sini, LLV berperan penting dalam menjembatani kerja sama antara investor global dan startup Indonesia, menjadikannya konektor utama dalam lanskap teknologi regional. Sementara itu, Spiral Ventures membawa pengalaman luas dari operasi investasinya di berbagai negara Asia, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan membentuk masa depan pasar negara berkembang.


Japan Thematic Fund Perkuat Peran Inovasi Indonesia

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, menyampaikan, “Japan Thematic Fund mencerminkan peran Indonesia yang semakin penting sebagai pusat inovasi dan gerbang kolaborasi internasional. Partisipasi Cool Japan Fund dan para investor terkemuka lainnya menunjukkan keyakinan global terhadap potensi Asia Tenggara dan memperkuat misi kami untuk membangun kemitraan lintas batas yang bermakna. Dengan keterlibatan Cool Japan Fund, kami tidak hanya memperdalam koneksi antara modal Jepang dan inovasi Asia Tenggara, tetapi juga menciptakan platform berkelanjutan bagi para pendiri startup untuk berkembang melampaui batas negara.”


Integrasi Jepang dan Asia Tenggara Dorong Pertumbuhan


Yuji Horiguchi, CEO and Managing Partner Spiral Ventures, menambahkan, “Inisiatif ini jauh melampaui investasi semata, namun merupakan sebuah integrasi. Dengan menggabungkan presisi teknologi dan keunggulan budaya Jepang dengan energi kewirausahaan dan kecepatan pertumbuhan Asia Tenggara, kami ingin menciptakan model bisnis baru, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menghadirkan dampak sosial yang melintasi batas negara. Dana ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kolaborasi antara Jepang dan Asia Tenggara akan menjadi pendorong utama gelombang pertumbuhan dan inovasi berikutnya di kawasan ini.”


BSD City Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi

Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land, menegaskan, “Kami bangga dapat menghadirkan kolaborasi ini, yang mempertemukan lembaga-lembaga terkemuka dari Jepang dan Indonesia. Japan Thematic Fund merupakan komitmen Sinar Mas Land melalui LLV bersama dengan mitra lainnya untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara melalui inovasi dan teknologi. Dengan beroperasinya dana ini di BSD City, kami ingin menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi pusat kolaborasi inovasi di kawasan. Bersama Cool Japan Fund dan para mitra lainnya, kami membangun fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang akan menghadirkan kemakmuran bersama bagi Jepang dan Indonesia.”


LLV Dorong Ekosistem Startup dan Kota Pintar di BSD City

Peluncuran Japan Thematic Fund ini merupakan bagian dari misi jangka panjang LLV dalam membangun BSD City sebagai ekosistem utama inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia. Dengan memanfaatkan ekosistem bisnis yang luas milik Sinar Mas Land di bidang real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV memiliki posisi strategis untuk membantu startup melakukan validasi, memperluas skala bisnis, dan menjalin kemitraan strategis dengan korporasi di Indonesia maupun Jepang. Melalui pendanaan strategis ini, LLV dan Spiral Ventures terus berkomitmen untuk mendorong lahirnya startup berdaya saing tinggi guna menciptakan ekosistem inovasi tanpa batas, di mana Jepang dan Asia Tenggara dapat berkolaborasi untuk mengatasi tantangan industri, mempercepat pertumbuhan, dan membuka peluang ekonomi baru.