Living Lab Ventures Jembatani Kemitraan Hong Kong di BSD City

May 26, 2026 | Press Release
BSD City, 30 Januari 2025 – Melanjutkan kesuksesan acara Think Business, Think Hong Kong (TBTHK) yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) di Jakarta untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Hongkong, Sinar Mas Land melalui Living Lab Ventures (LLV) dengan bangga menyambut kunjungan delegasi dari Hong Kong di BSD City. Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat Hong Kong dalam membangun kemitraan global dan mengeksplorasi aliansi strategis serta kolaborasi, termasuk peluang investasi di pasar Indonesia yang dinamis dan berkembang pesat.
Delegasi ini mewakili berbagai industri dan organisasi terkemuka di Hong Kong, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Hon Duncan Chiu (HKSAR Legislative Council Member for Technology and Innovation), Prof Hon William Wong Kam Fai (HKSAR Legislative Council Member), Ir Eric Chan (Chief Public Mission Officer at Cyberport Hong Kong), Eric Tong (Associate Director, Regional Partnerships and Channel Development at Hong Kong Science and Technology Parks Corporation), Yeung Tak Bun (Founder and CEO of Intelli Global Corporation), Tony Hau (Chairman of the Executive Committee at Great Bay Area 5G Industry Alliance), Sun Nan (Vice President of the Council for the Promotion of Guangdong-Hong Kong-Macao Cooperation), dan Chan Wai Kwok Kenneth (Vice President of the Hong Kong Information Technology Joint Council).
Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land menyampaikan, “Kami sangat antusias dengan minat delegasi Hong Kong untuk mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia. Visi kami tidak hanya fokus untuk menarik investasi ke BSD City, tetapi juga menciptakan ekosistem yang dinamis di mana inovasi bertemu dengan peluang. Dengan mengintegrasikan keahlian global, seperti kepemimpinan dan wawasan dari Hong Kong, kami berkomitmen membuka jalan untuk berkolaborasi guna mendorong kemajuan ekonomi, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, transformasi digital, dan ekonomi kreatif. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam perjalanan bersama, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua wilayah.”
Selama kunjungan, delegasi Hong Kong mengeksplorasi peluang kolaborasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional Banten. Melalui infrastruktur kelas dunia dan berbagai inisiatif, inovasi, serta ekosistem yang berkembang pesat yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, BSD City sebagai mega township memegang peran sebagai gerbang utama bagi perusahaan global yang ingin memperluas jangkauan bisnisnya di Indonesia dan Asia Tenggara.
Hon Duncan Chiu, HKSAR Legislative Council Member for Technology and Innovation mengatakan, “BSD City memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi dan kolaborasi yang dinamis. Saat kami menjajaki peluang di sini, kami menyadari bahwa kota ini bukan sekadar lokasi geografis, melainkan sebuah platform strategis bagi dunia bisnis untuk mengakses potensi luar biasa Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, serta didukung dengan inisiatif-inisiatif progresif seperti BSD City, menjadikannya destinasi ideal bagi pelaku bisnis di Hong Kong untuk membangun kemitraan strategis.”
Di sisi lain, Hong Kong yang diakui sebagai salah satu pusat inovasi dan teknologi (I&T) terkemuka di dunia, terus memajukan visinya menciptakan ekosistem dinamis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Cyberport, inkubator digital teknologi dan kewirausahaan unggulan Hong Kong, mencerminkan komitmen ini dengan memiliki lebih dari 2.000 anggota, termasuk hampir 1.100 startup dan berfokus pada pengembangan talenta, pemberdayaan wirausaha, dan transformasi digital.
Kenali Tentang Hong Kong Science and Technology Parks Corporaton
Sementara itu, Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP) telah membangun ekosistem IT yang berkembang pesat dengan lebih dari 15.000 profesional riset dan lebih dari 2.000 perusahaan teknologi dari 25 negara dan wilayah. Ekosistem inovasi HKSTP yang terus berkembang menawarkan dukungan komprehensif untuk menarik dan mengembangkan talenta, mempercepat inovasi, serta mengkomersialisasikan inovasi bagi usaha teknologi. Strategi Hong Kong dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan teknologi sejalan dengan misi BSD City untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kemitraan global dan inovasi kota pintar.
Pada kesempatan yang sama, Bayu Seto, Partner of Living Lab Ventures menambahkan, “Living Lab Ventures memiliki misi untuk mendorong inovasi dan menjembatani talenta lokal dengan peluang global. Ekosistem digital Hong Kong dikenal secara global, dan minat mereka pada BSD City menegaskan potensi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan transformasional. Kemitraan ini dapat membuka peluang baru, memastikan bisnis, baik lokal maupun global, berkembang di dunia yang saling terhubung, didukung oleh ekosistem Sinar Mas Land.”
Diskusi selama kunjungan ini menekankan pemanfaatan lokasi strategis BSD City dan ekosistem komprehensifnya untuk menarik bisnis dan investasi global. Melalui kolaborasi strategis dengan Hong Kong, Sinar Mas Land melalui Living Lab Ventures membuka jalan bagi BSD City untuk memainkan peran penting dalam transformasi ekonomi Indonesia, menarik pemain internasional, dan memperkuat posisinya sebagai gerbang bisnis yang strategis di Asia Tenggara.
Read Next

May 26, 2026
BSD City, March 11, 2025 – Living Lab Ventures (LLV), the corporate venture capital arm of Sinar Mas Land, aims to strengthen LLV’s commitment to cross-border collaboration, especially in high-impact sectors such as healthcare, for global companies to enter Indonesia, LLV participated in the Indonesia-Japan Fast Track Pitch organized by the Japan External Trade Organization (JETRO). The program successfully connected innovative Japanese startups with leading Indonesian companies, creating long-term cooperation and market expansion opportunities.
One of the key outcomes of this initiative was LLV’s partnership with MEDRiNG Corporation (MEDRiNG), a Japanese medical technology company specializing in digital healthcare solutions. As part of this initiative, LLV has signed an agreement with MEDRiNG to support the establishment of Indonesia’s first medical facility where Japanese doctors will practice. Located in the Banten International Education, Technology, and Health Special Economic Zone (SEZ), this facility aims to enhance healthcare standards, introduce international best practices, and expand patient access to high-quality medical services.
Hiroshi Ishikawa, Executive Director of JETRO stated, “This collaboration is an excellent example of Co-Creation as outlined in “ASEAN-Japan Economic Co-Creation Vision”. It represents a highly significant initiative where a Japanese startup contributes to enhancing Indonesia’s healthcare ecosystem while gaining access to major growth opportunities. I sincerely hope for its success. Moving forward, we will continue our efforts to generate such collaboration cases through the Fast Track Pitch Initiative.”
Bayu Seto, Partner of Living Lab Ventures explained, “We are fostering a global innovation pipeline that enables businesses to seamlessly expand into Indonesia through our partnership with JETRO. The Fast Track program was a crucial step in identifying and engaging with pioneering companies like MEDRiNG that align with our mission to enhance Indonesia’s healthcare ecosystem. LLV’s role extends beyond investment—we act as a bridge for global enterprises, providing them with local market expertise, regulatory navigation, and strategic connections to ensure successful market entry and long-term growth.”
The collaboration between LLV and JETRO is part of a larger effort to accelerate Indonesia’s healthcare transformation by bringing international expertise and cutting-edge medical solutions to the region. The Banten International Education, Technology, and Health Special Economic Zone (SEZ) offering regulatory incentives and an innovation-friendly environment, this cooperation is set to attract more global healthcare players to Indonesia and establish the city as a premier destination for world-class medical services.
Kazuma Abe, Founder and CEO of MEDRiNG Corporation added, “JETRO’s Fast Track Pitch provided us with the opportunity to explore the Indonesian market and align our digital healthcare solutions with the country’s growing demand for high-quality medical services. Through LLV’s support, we are able to navigate Indonesia’s healthcare sector effectively and introduce Japanese-style medical expertise to BSD City, contributing to the broader healthcare development strategy.”
As part of this collaboration, MEDRiNG will assist Japanese medical institutions in establishing a new clinic located within the Banten International Education, Technology, and Health SEZ. This effort enables foreign doctors with the opportunity to practice following the applicable regulations. The initiative also includes supporting M&A activities to facilitate clinic openings and operations, particularly in digital healthcare services. LLV and MEDRiNG are set to conduct extensive market research to determine the most needed medical specializations, to launch the first clinic by the end of 2025. LLV continues to strengthen its role as a gateway for international businesses looking to expand in Indonesia and to position BSD City as a dynamic, innovation-driven economic hub, and highly competitive. BSD City, a mega township development by Sinar Mas Land, spans 6,000 hectares and is home to approximately 500,000 residents. As one of Indonesia’s most ambitious smart city projects, BSD City integrates cutting-edge infrastructure across multiple sectors, including education, technology, and healthcare.

May 26, 2026
BSD City, 2 Oktober 2025 – Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Industrial Growth Platform Pte. Ltd. (IGPI Singapore). Penandatanganan MoU dilakukan pada bulan September lalu oleh Bayu Seto (Partner at Living Lab Ventures) dan Kohki Sakata (CEO IGPI Singapore). Kemitraan ini bertujuan untuk membantu perusahaan Jepang mengembangkan peluang bisnis di Indonesia, sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara kedua negara.
Kerja Sama Indonesia–Jepang Buka Peluang Bisnis Baru
Dalam kerja sama ini, IGPI Singapore akan menyediakan layanan konsultasi manajemen dan advisory investasi bagi klien Jepang yang ingin memasuki pasar Indonesia. Sementara itu LLV akan memberikan akses ke jaringan luas, keahlian industri yang mendalam, serta sumber daya strategis ekosistem bisnis di Indonesia. Salah satu aset utama yang ditawarkan adalah BSD City, mega township seluas 6.000 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, yang telah dihuni hampir 500.000 penduduk, dan berfungsi sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan inovasi. Dengan infrastruktur perkotaan yang lengkap, BSD City menghadirkan ekosistem ideal bagi riset pasar, uji coba proof-of-concept (PoC), dan pembentukan kemitraan strategis.
Keterpaduan antara dukungan konsultasi, akses jaringan, dan ekosistem perkotaan inilah yang kemudian membentuk dasar bagi terciptanya mekanisme masuk pasar yang lebih efektif. Dengan kombinasi tersebut, kolaborasi kedua entitas ini akan menciptakan sebuah platform soft-landing yang memudahkan perusahaan Jepang memasuki pasar Indonesia dengan risiko yang lebih terkendali serta mempercepat eksekusi strategi yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong keberhasilan ekspansi bisnis Jepang di Indonesia sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas di masa depan.
Dukungan Jaringan, Konsultasi, dan Ekosistem Inovasi
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures (LLV) mengatakan, “Langkah ini sejalan dengan misi LLV untuk menjembatani ekosistem Indonesia dengan peluang global. Dengan menghadirkan BSD City sebagai hub bagi perusahaan Jepang untuk melakukan uji coba dan mengembangkan bisnis, kami membuka jalur baru bagi investasi, transfer teknologi, dan pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara. LLV akan mendukung IGPI dan para mitra melalui fasilitasi riset serta analisis pasar, implementasi PoC, pencocokan bisnis dengan mitra potensial, hingga penyelenggaraan business tour terkurasi untuk mempertemukan perusahaan Jepang dengan pemangku kepentingan relevan di BSD City maupun perekonomian Indonesia secara lebih luas. Pendekatan ini bukan hanya menyediakan titik masuk strategis bagi perusahaan Jepang, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi Indonesia melalui arus investasi asing, penciptaan lapangan kerja, dan transfer pengetahuan.”
Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore menambahkan, “Kami melihat Indonesia sebagai pasar dengan peluang luar biasa bagi perusahaan Jepang, khususnya dengan populasi muda, kelas menengah yang terus tumbuh, serta adopsi digital yang pesat. Bermitra dengan LLV dan Sinar Mas Land memungkinkan kami memberikan tidak hanya layanan advisory kepada klien, tetapi juga ekosistem nyata di mana mereka dapat menguji, menyesuaikan, dan mengembangkan bisnis mereka dengan memaksimalkan segala potensi yang ada.”
Peran BSD City sebagai Living Laboratory untuk Inovasi
Kolaborasi ini menegaskan peran BSD City yang semakin penting sebagai hub internasional untuk inovasi dan ekspansi bisnis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi strategis bagi perusahaan Jepang di Asia Tenggara. Dengan LLV sebagai penggerak ekosistem inovasi, langkah ini membuka potensi peningkatan investasi asing langsung, kolaborasi teknologi, serta penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. Sementara bagi Jepang, kerja sama ini akan menghadirkan mitra terpercaya serta platform konkret untuk mengakses salah satu ekonomi paling dinamis di kawasan regional Asia Tenggara.

May 26, 2026
BSD City, 3 Februari 2026 - Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan akan inovasi yang dapat langsung diterapkan, kolaborasi antara korporasi dan startup menjadi semakin krusial. Dalam praktiknya, sejumlah inisiatif inovasi masih berada pada tahap ide atau konsep sehingga memerlukan proses lanjutan, termasuk pilot project serta mentorship dengan akses dan network yang relevan agar dapat diimplementasikan secara lebih optimal. Menjawab tantangan tersebut, Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City. Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mitra, pelaku ekosistem, dan pemangku kepentingan korporasi mengenai peran LLV dalam menghubungkan korporasi, investor, dan startup dalam satu ekosistem inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada implementasi nyata.
Mulyawan Gani, Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land menyatakan, “Inside LLV hadir sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis korporasi dan inovasi startup. Melalui ekosistem ini, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada investasi, tetapi berlanjut hingga tahap pengujian, implementasi, dan penciptaan nilai nyata bagi seluruh pihak. Kami percaya bahwa inovasi yang berdampak, lahir dari kolaborasi yang relevan dan kontekstual. BSD City kami posisikan sebagai living lab, tempat solusi dapat diuji langsung di lingkungan operasional yang sesungguhnya, didukung oleh ekosistem Sinar Mas Land yang komprehensif dan aktif, mulai dari pengembangan kawasan, infrastruktur, hingga berbagai lini bisnis yang memungkinkan pengujian solusi secara end-to-end dalam konteks penggunaan yang sesungguhnya.”
Inside LLV terbagi dalam sejumlah diskusi panel untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pendekatan LLV dalam membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi. Sejumlah topik diskusi seperti Strategic Investing Through Collaboration, Beyond Capital, Beyond the Deal hingga sesi Global Partnership dan SEA Business Connect yang menyoroti peluang kolaborasi lintas negara serta strategi masuk pasar Asia Tenggara dibawakan oleh beragam narasumber. Selain sesi presentasi, acara ini mendorong interaksi langsung antara peserta dengan tim LLV, para pendiri startup portofolio, dan mitra ekosistem. Dialog yang terbangun membahas potensi kolaborasi, peluang penerapan inovasi, serta tantangan bisnis bersama yang dapat dijembatani melalui ekosistem LLV.
Pendekatan Living Lab Ventures dalam Mendukung Startup
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures menyampaikan, “Melalui Inside LLV, kami ingin mengimplementasikan misi besar perusahaan sebagai platform titik temu antara kebutuhan korporasi, inovasi startup, dan modal strategis. Diskusi yang berlangsung dalam acara ini, turut menjajaki peluang kolaborasi konkret, penerapan inovasi (use cases), hingga pemetaan solusi atas tantangan bisnis melalui kekuatan ekosistem LLV. Pembahasan tersebut menyoroti pendekatan LLV dalam mendukung startup, tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga melalui akses pasar, integrasi dengan operasional bisnis, peluang lintas negara, serta pengujian solusi dalam skenario penggunaan nyata di lingkungan bisnis Sinar Mas Land. Pendekatan ini memungkinkan startup untuk memvalidasi solusi sekaligus mempercepat proses pengembangan dan skala usaha.”
Dalam kesempatan yang sama, Hendry Sunaryo, Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk menambahkan, “Japan Thematic Fund (JTF), melalui para Limited Partner seperti Bank Danamon yang merupakan bagian dari MUFG Group, mempertemukan berbagai pelaku industri global dengan jaringan regional dan internasional yang kuat untuk mendorong kolaborasi startup. JTF memandang kemitraan bukan sekadar sebagai penyedia pendanaan, melainkan sebagai penggerak ekosistem. Melalui Inside LLV, para startup tidak hanya memperoleh akses ke pendanaan, tetapi juga jaringan kolaborasi lintas negara, pemahaman mendalam mengenai pasar, serta dukungan operasional dari mitra di Jepang dan Asia Tenggara, sehingga memungkinkan mereka bertumbuh dan melakukan ekspansi secara lebih berkelanjutan di berbagai pasar.”
Inside LLV sebagai Katalis Inovasi Berkelanjutan
Melalui penyelenggaraan Inside LLV, LLV menegaskan komitmennya untuk terus membangun ruang kolaborasi yang terbuka, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depannya, ekosistem ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya solusi-solusi inovatif yang tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga selaras dengan kebutuhan bisnis dan dinamika pasar. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem BSD City dan jaringan Sinar Mas Land, LLV membuka peluang bagi kolaborasi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan bersama serta menciptakan dampak nyata bagi pengembangan industri dan ekosistem inovasi di Indonesia maupun kawasan regional.
