Melalui Program InnoLab, LLV Buka Akses bagi Perusahaan Global Uji

May 28, 2026 | Press Release
BSD City, 17 Maret 2026 – Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, secara aktif membuka peluang bagi perusahaan teknologi global untuk menguji dan mengkomersialisasikan inovasinya di Indonesia melalui platform co-innovation InnoLab. Platform ini memungkinkan perusahaan global mengeksplorasi implementasi teknologi serta mengembangkan proof-of-concept (PoC) dalam ekosistem yang terintegrasi. Salah satu perusahaan teknologi global yang saat ini memanfaatkan InnoLab adalah Nitto Denko Asia Technical Centre. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengeksplorasi implementasi teknologi dan mengembangkan PoC dalam ekosistem terintegrasi di Indonesia. InnoLab dirancang tidak hanya sebagai forum kolaborasi, tetapi sebagai execution platform yang menyediakan jalur jelas dari eksplorasi teknologi hingga kesiapan pasar.
Melalui InnoLab, perusahaan global dapat mengakses ekosistem startup dan mitra industri yang telah terkurasi, serta melakukan business matching yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis dan operasional mereka. Platform ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan PoC dalam skala kota, sehingga berbagai solusi teknologi dapat diuji dalam konteks penggunaan nyata. Selain itu, perusahaan dapat mengukur kesiapan pasar sebelum melakukan ekspansi yang lebih luas, sekaligus memperoleh dukungan implementasi langsung dalam ekosistem Sinar Mas Land. Pendekatan ini memberikan jalur yang lebih terstruktur bagi perusahaan global untuk memvalidasi teknologi mereka sekaligus mempercepat proses menuju komersialisasi di pasar Indonesia.
LLV Dorong Validasi dan Lokalisasi Teknologi Global
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures mengatakan, “Kami melihat banyak perusahaan global memiliki teknologi yang sangat matang, namun membutuhkan platform yang tepat untuk melakukan lokalisasi dan validasi pasar. InnoLab menghadirkan kerangka kerja terstruktur yang memungkinkan proses tersebut berjalan cepat, terukur, dan berbasis kebutuhan industri. Kami membuka kesempatan bagi perusahaan dari berbagai negara yang ingin menguji dan mengembangkan teknologinya di Indonesia.”
Ryota Masuda, President at Nitto Denko Asia Technical Centre menyampaikan “Melalui InnoLab, kami memperoleh dukungan yang sangat kuat dalam hal networking, pengembangan bisnis, serta pembangunan ekosistem, dan kami sudah mulai melihat progres nyata dari berbagai inisiatif PoC yang dijalankan. Dengan populasi yang besar dan keterbukaan terhadap ide-ide baru, Indonesia menawarkan lingkungan yang sangat menarik untuk menciptakan bisnis baru sekaligus mempercepat implementasinya. Kami juga sangat mengapresiasi upaya transformasi digital yang dilakukan oleh Sinar Mas Land, dan berharap kolaborasi dengan InnoLab dapat semakin mempercepat proses validasi hingga komersialisasi di pasar Indonesia.”
Keunggulan utama InnoLab terletak pada integrasinya dengan BSD City, mega township yang dikembangkan Sinar Mas Land seluas 6.000 hektare dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa. Mencakup beragam kategori teknologi yang relevan dengan pengembangan solusi industri dan perkotaan, mulai dari advanced materials & construction solutions, smart infrastructure & building systems, environmental & sustainability technology, industrial applications, serta urban technology solutions.
Sinar Mas Land Perkuat Ekosistem Digital dan Inovasi
Pada kesempatan yang sama, Mulyawan Gani, CEO of Digital Business Sinar Mas Land menambahkan, “BSD City kami kembangkan sebagai living laboratory yang memungkinkan inovasi diuji dalam skala nyata. Dengan ekosistem residensial, komersial, pendidikan, hingga kawasan industri yang terintegrasi, kami dapat memfasilitasi berbagai skema PoC secara langsung. Kami mengundang perusahaan global yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis untuk memanfaatkan InnoLab dan BSD City sebagai platform validasi dan komersialisasi teknologi.”
LLV membuka peluang bagi perusahaan teknologi dari berbagai sektor dan negara untuk memanfaatkan InnoLab sebagai platform pengujian dan pengembangan teknologi di Indonesia. Melalui ekosistem ini, perusahaan dapat menguji solusi dalam konteks pasar lokal, mempercepat proses validasi teknologi, mengembangkan kemitraan dengan startup lokal, serta membangun pipeline komersialisasi jangka panjang. Dengan pendekatan yang terbuka dan berbasis kebutuhan industri, InnoLab menjadi platform strategis bagi perusahaan global yang ingin bergerak dari tahap inovasi menuju implementasi nyata di pasar Indonesia.
Read Next

May 26, 2026
BSD City, 6 November 2025 – Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land, melalui kemitraan strategis dengan Spiral Ventures mengumumkan peluncuran Japan Thematic Fund, sebuah inisiatif penting yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai fokus utama. Peluncuran ini sekaligus menandai penutupan pertama (first close) dari dana tersebut, yang diresmikan melalui penandatangan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu, 5 November 2025 di BSD City, Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Mulyawan Gani (CEO of Digital Business, Sinar Mas Land), Yuji Horiguchi (Managing Partner, Spiral Ventures), Kazuyoshi Mizukoshi (Chief Investment Officer, Cool Japan Fund), Daisuke Ejima (President Director, Bank Danamon Indonesia), Ferdinand Sadeli (Deputy Group CEO & Chief Investment Officer Sinar Mas Land), Takahiro Waki (Chief Financial Officer, Culture Convenience Club), Asamitsu Kosugi (Chief Executive Officer, Advasa), dan Kanae Kubo (Senior Manager, Rohto Pharmaceutical), serta disaksikan oleh Michael Widjaja (Group CEO, Sinar Mas Land) dan Shingo Kobayashi (Director, Chairman Office at Sinar Mas Group & Advisor at Japan Thematic Fund).
Investor Strategis Jepang dan Indonesia Bergabung dalam Japan Thematic Fund
Japan Thematic Fund didukung oleh konsorsium investor strategis dari Jepang dan Indonesia, termasuk Cool Japan Fund Inc. (CJF), sebuah dana investasi publik-swasta Jepang yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang yang berkelanjutan melalui perluasan permintaan dan pasokan luar negeri terhadap produk serta layanan menarik yang khas dari gaya hidup dan budaya Jepang, bergabung sebagai salah satu investor utama dalam dana tersebut. Investor lainnya termasuk Bank Danamon Indonesia, yang merupakan anggota dari MUFG Group, Rohto Pharmaceutical, Advasa, Culture Convenience Club (perusahaan induk TSUTAYA, salah satu jaringan toko buku terbesar di Jepang), serta Sinar Mas Land, yang juga berperan sebagai cornerstone limited partner. Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap potensi investasi strategis antara Jepang dan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat misi bersama untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua kawasan.
Kolaborasi LLV dan Spiral Ventures Dorong Inovasi Asia
Kolaborasi antara LLV dan Spiral Ventures akan membentuk aliansi strategis yang tidak hanya menggerakkan modal, tetapi juga mendorong kolaborasi, membuka akses pasar, dan memperkuat sinergi bisnis antara perusahaan Jepang dan Asia Tenggara. LLV memanfaatkan ekosistem inovasi di BSD City, Indonesia, yang telah berkembang menjadi pusat transformasi digital dan pengembangan kota pintar dari Sinar Mas Land. Mega township ini telah menjadi destinasi utama bagi berbagai bisnis untuk berkembang, menyediakan lingkungan ideal bagi investor global dan pelaku inovasi untuk berkolaborasi, menguji ide, serta memperluas skala bisnis lintas pasar. Di sini, LLV berperan penting dalam menjembatani kerja sama antara investor global dan startup Indonesia, menjadikannya konektor utama dalam lanskap teknologi regional. Sementara itu, Spiral Ventures membawa pengalaman luas dari operasi investasinya di berbagai negara Asia, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan membentuk masa depan pasar negara berkembang.
Japan Thematic Fund Perkuat Peran Inovasi Indonesia
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, menyampaikan, “Japan Thematic Fund mencerminkan peran Indonesia yang semakin penting sebagai pusat inovasi dan gerbang kolaborasi internasional. Partisipasi Cool Japan Fund dan para investor terkemuka lainnya menunjukkan keyakinan global terhadap potensi Asia Tenggara dan memperkuat misi kami untuk membangun kemitraan lintas batas yang bermakna. Dengan keterlibatan Cool Japan Fund, kami tidak hanya memperdalam koneksi antara modal Jepang dan inovasi Asia Tenggara, tetapi juga menciptakan platform berkelanjutan bagi para pendiri startup untuk berkembang melampaui batas negara.”
Integrasi Jepang dan Asia Tenggara Dorong Pertumbuhan
Yuji Horiguchi, CEO and Managing Partner Spiral Ventures, menambahkan, “Inisiatif ini jauh melampaui investasi semata, namun merupakan sebuah integrasi. Dengan menggabungkan presisi teknologi dan keunggulan budaya Jepang dengan energi kewirausahaan dan kecepatan pertumbuhan Asia Tenggara, kami ingin menciptakan model bisnis baru, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menghadirkan dampak sosial yang melintasi batas negara. Dana ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kolaborasi antara Jepang dan Asia Tenggara akan menjadi pendorong utama gelombang pertumbuhan dan inovasi berikutnya di kawasan ini.”
BSD City Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi
Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land, menegaskan, “Kami bangga dapat menghadirkan kolaborasi ini, yang mempertemukan lembaga-lembaga terkemuka dari Jepang dan Indonesia. Japan Thematic Fund merupakan komitmen Sinar Mas Land melalui LLV bersama dengan mitra lainnya untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara melalui inovasi dan teknologi. Dengan beroperasinya dana ini di BSD City, kami ingin menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi pusat kolaborasi inovasi di kawasan. Bersama Cool Japan Fund dan para mitra lainnya, kami membangun fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang akan menghadirkan kemakmuran bersama bagi Jepang dan Indonesia.”
LLV Dorong Ekosistem Startup dan Kota Pintar di BSD City
Peluncuran Japan Thematic Fund ini merupakan bagian dari misi jangka panjang LLV dalam membangun BSD City sebagai ekosistem utama inovasi digital dan pengembangan kota pintar di Indonesia. Dengan memanfaatkan ekosistem bisnis yang luas milik Sinar Mas Land di bidang real estat, teknologi digital, dan pengembangan komunitas, LLV memiliki posisi strategis untuk membantu startup melakukan validasi, memperluas skala bisnis, dan menjalin kemitraan strategis dengan korporasi di Indonesia maupun Jepang. Melalui pendanaan strategis ini, LLV dan Spiral Ventures terus berkomitmen untuk mendorong lahirnya startup berdaya saing tinggi guna menciptakan ekosistem inovasi tanpa batas, di mana Jepang dan Asia Tenggara dapat berkolaborasi untuk mengatasi tantangan industri, mempercepat pertumbuhan, dan membuka peluang ekonomi baru.

May 26, 2026
BSD City, 30 Januari 2025 – Melanjutkan kesuksesan acara Think Business, Think Hong Kong (TBTHK) yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) di Jakarta untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Hongkong, Sinar Mas Land melalui Living Lab Ventures (LLV) dengan bangga menyambut kunjungan delegasi dari Hong Kong di BSD City. Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat Hong Kong dalam membangun kemitraan global dan mengeksplorasi aliansi strategis serta kolaborasi, termasuk peluang investasi di pasar Indonesia yang dinamis dan berkembang pesat.
Delegasi ini mewakili berbagai industri dan organisasi terkemuka di Hong Kong, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Hon Duncan Chiu (HKSAR Legislative Council Member for Technology and Innovation), Prof Hon William Wong Kam Fai (HKSAR Legislative Council Member), Ir Eric Chan (Chief Public Mission Officer at Cyberport Hong Kong), Eric Tong (Associate Director, Regional Partnerships and Channel Development at Hong Kong Science and Technology Parks Corporation), Yeung Tak Bun (Founder and CEO of Intelli Global Corporation), Tony Hau (Chairman of the Executive Committee at Great Bay Area 5G Industry Alliance), Sun Nan (Vice President of the Council for the Promotion of Guangdong-Hong Kong-Macao Cooperation), dan Chan Wai Kwok Kenneth (Vice President of the Hong Kong Information Technology Joint Council).
Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land menyampaikan, “Kami sangat antusias dengan minat delegasi Hong Kong untuk mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia. Visi kami tidak hanya fokus untuk menarik investasi ke BSD City, tetapi juga menciptakan ekosistem yang dinamis di mana inovasi bertemu dengan peluang. Dengan mengintegrasikan keahlian global, seperti kepemimpinan dan wawasan dari Hong Kong, kami berkomitmen membuka jalan untuk berkolaborasi guna mendorong kemajuan ekonomi, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, transformasi digital, dan ekonomi kreatif. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam perjalanan bersama, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua wilayah.”
Selama kunjungan, delegasi Hong Kong mengeksplorasi peluang kolaborasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional Banten. Melalui infrastruktur kelas dunia dan berbagai inisiatif, inovasi, serta ekosistem yang berkembang pesat yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, BSD City sebagai mega township memegang peran sebagai gerbang utama bagi perusahaan global yang ingin memperluas jangkauan bisnisnya di Indonesia dan Asia Tenggara.
Hon Duncan Chiu, HKSAR Legislative Council Member for Technology and Innovation mengatakan, “BSD City memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi dan kolaborasi yang dinamis. Saat kami menjajaki peluang di sini, kami menyadari bahwa kota ini bukan sekadar lokasi geografis, melainkan sebuah platform strategis bagi dunia bisnis untuk mengakses potensi luar biasa Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, serta didukung dengan inisiatif-inisiatif progresif seperti BSD City, menjadikannya destinasi ideal bagi pelaku bisnis di Hong Kong untuk membangun kemitraan strategis.”
Di sisi lain, Hong Kong yang diakui sebagai salah satu pusat inovasi dan teknologi (I&T) terkemuka di dunia, terus memajukan visinya menciptakan ekosistem dinamis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Cyberport, inkubator digital teknologi dan kewirausahaan unggulan Hong Kong, mencerminkan komitmen ini dengan memiliki lebih dari 2.000 anggota, termasuk hampir 1.100 startup dan berfokus pada pengembangan talenta, pemberdayaan wirausaha, dan transformasi digital.
Kenali Tentang Hong Kong Science and Technology Parks Corporaton
Sementara itu, Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP) telah membangun ekosistem IT yang berkembang pesat dengan lebih dari 15.000 profesional riset dan lebih dari 2.000 perusahaan teknologi dari 25 negara dan wilayah. Ekosistem inovasi HKSTP yang terus berkembang menawarkan dukungan komprehensif untuk menarik dan mengembangkan talenta, mempercepat inovasi, serta mengkomersialisasikan inovasi bagi usaha teknologi. Strategi Hong Kong dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan teknologi sejalan dengan misi BSD City untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kemitraan global dan inovasi kota pintar.
Pada kesempatan yang sama, Bayu Seto, Partner of Living Lab Ventures menambahkan, “Living Lab Ventures memiliki misi untuk mendorong inovasi dan menjembatani talenta lokal dengan peluang global. Ekosistem digital Hong Kong dikenal secara global, dan minat mereka pada BSD City menegaskan potensi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan transformasional. Kemitraan ini dapat membuka peluang baru, memastikan bisnis, baik lokal maupun global, berkembang di dunia yang saling terhubung, didukung oleh ekosistem Sinar Mas Land.”
Diskusi selama kunjungan ini menekankan pemanfaatan lokasi strategis BSD City dan ekosistem komprehensifnya untuk menarik bisnis dan investasi global. Melalui kolaborasi strategis dengan Hong Kong, Sinar Mas Land melalui Living Lab Ventures membuka jalan bagi BSD City untuk memainkan peran penting dalam transformasi ekonomi Indonesia, menarik pemain internasional, dan memperkuat posisinya sebagai gerbang bisnis yang strategis di Asia Tenggara.

May 26, 2026
BSD City, 2 Oktober 2025 – Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Industrial Growth Platform Pte. Ltd. (IGPI Singapore). Penandatanganan MoU dilakukan pada bulan September lalu oleh Bayu Seto (Partner at Living Lab Ventures) dan Kohki Sakata (CEO IGPI Singapore). Kemitraan ini bertujuan untuk membantu perusahaan Jepang mengembangkan peluang bisnis di Indonesia, sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara kedua negara.
Kerja Sama Indonesia–Jepang Buka Peluang Bisnis Baru
Dalam kerja sama ini, IGPI Singapore akan menyediakan layanan konsultasi manajemen dan advisory investasi bagi klien Jepang yang ingin memasuki pasar Indonesia. Sementara itu LLV akan memberikan akses ke jaringan luas, keahlian industri yang mendalam, serta sumber daya strategis ekosistem bisnis di Indonesia. Salah satu aset utama yang ditawarkan adalah BSD City, mega township seluas 6.000 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land, yang telah dihuni hampir 500.000 penduduk, dan berfungsi sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan inovasi. Dengan infrastruktur perkotaan yang lengkap, BSD City menghadirkan ekosistem ideal bagi riset pasar, uji coba proof-of-concept (PoC), dan pembentukan kemitraan strategis.
Keterpaduan antara dukungan konsultasi, akses jaringan, dan ekosistem perkotaan inilah yang kemudian membentuk dasar bagi terciptanya mekanisme masuk pasar yang lebih efektif. Dengan kombinasi tersebut, kolaborasi kedua entitas ini akan menciptakan sebuah platform soft-landing yang memudahkan perusahaan Jepang memasuki pasar Indonesia dengan risiko yang lebih terkendali serta mempercepat eksekusi strategi yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong keberhasilan ekspansi bisnis Jepang di Indonesia sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas di masa depan.
Dukungan Jaringan, Konsultasi, dan Ekosistem Inovasi
Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures (LLV) mengatakan, “Langkah ini sejalan dengan misi LLV untuk menjembatani ekosistem Indonesia dengan peluang global. Dengan menghadirkan BSD City sebagai hub bagi perusahaan Jepang untuk melakukan uji coba dan mengembangkan bisnis, kami membuka jalur baru bagi investasi, transfer teknologi, dan pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara. LLV akan mendukung IGPI dan para mitra melalui fasilitasi riset serta analisis pasar, implementasi PoC, pencocokan bisnis dengan mitra potensial, hingga penyelenggaraan business tour terkurasi untuk mempertemukan perusahaan Jepang dengan pemangku kepentingan relevan di BSD City maupun perekonomian Indonesia secara lebih luas. Pendekatan ini bukan hanya menyediakan titik masuk strategis bagi perusahaan Jepang, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi Indonesia melalui arus investasi asing, penciptaan lapangan kerja, dan transfer pengetahuan.”
Kohki Sakata, CEO IGPI Singapore menambahkan, “Kami melihat Indonesia sebagai pasar dengan peluang luar biasa bagi perusahaan Jepang, khususnya dengan populasi muda, kelas menengah yang terus tumbuh, serta adopsi digital yang pesat. Bermitra dengan LLV dan Sinar Mas Land memungkinkan kami memberikan tidak hanya layanan advisory kepada klien, tetapi juga ekosistem nyata di mana mereka dapat menguji, menyesuaikan, dan mengembangkan bisnis mereka dengan memaksimalkan segala potensi yang ada.”
Peran BSD City sebagai Living Laboratory untuk Inovasi
Kolaborasi ini menegaskan peran BSD City yang semakin penting sebagai hub internasional untuk inovasi dan ekspansi bisnis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi strategis bagi perusahaan Jepang di Asia Tenggara. Dengan LLV sebagai penggerak ekosistem inovasi, langkah ini membuka potensi peningkatan investasi asing langsung, kolaborasi teknologi, serta penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. Sementara bagi Jepang, kerja sama ini akan menghadirkan mitra terpercaya serta platform konkret untuk mengakses salah satu ekonomi paling dinamis di kawasan regional Asia Tenggara.
